News

Cabuli Dua Pelajar SD, Kakek Ilir Talo Diamankan Polisi

LENTERAPUBLIK.com SELUMA – Seorang Kakek-kakek warga salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma. Yakni diketahui berinisialkan DM (59). Akhirnya diserahkan ke pihak Kepolisian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Seluma, Polda Bengkulu oleh pihak keluarganya sendiri. Lantaran terlibat dalam kasus persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak dibawah umum yang telah dilakukan oleh terduga tersangka.

“Untuk terlapor atau terduga pelaku, saat ini sudah kita amankan. Terduga pelaku kita amankan, setelah diserahkan oleh pihak keluarganya ke Mapolres Seluma. Setelah kita teriman laporan dari orang tua korban,” kata Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Ahmad Bustanil, S.Ik.

Diketahui jika pelaku dan salah satu korban masih memiliki hubungan keluarga. Sedangkan satu korban lainnya diketahui juga masih bertetanggaan dengan pelaku. Aksi bejat yang dilakukan oleh pelaku terhada kedua korban yakni sebut saja namanya Kembang (13) dan Mawar (13) telah dilakukan sejak tahun 2019 yang lalu, hingga terungkap pada Agustus tahun 2020 ini.

“Untuk laporan telah kita terima pada tanggal 28 Agustus 2020. Berdasarkan LP Nomor : LP/216-B/VIII/2020/BENGKULU/SPKT/ RES SELUMA,” terangnya.

Diterangkan Andi, menurut keterangan korban dan para saksi-saksi, kronologis terungkapnya aksi pencabulan tersebut pada Kamis (27/8). Bermula pada saat saksi bertanya kepada korban. Dari mana dapat duit, sedangkan korban dari kekuarga kurang mampu. Pada saat itulah, korban bercerita bahwa uang diberi oleh pelaku. Karena telah disetubuhi oleh pelaku. Mendapatkan ketenangan tersebut, akhirnya saksi melapor hal tersebut kepada Kepala Desa setempat. Hingga akhirnya pada hari Jumat, keluarga korban melapor kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Polres Seluma.

Sedangkan untuk kronologis kejadian menurut korban, awalnya telah terjadi sejak tahun 2019 yang lalu. Bermula saat korban berjalan melewati dekat rumah pelaku. Kemudian dipanggil oleh pelaku sambil memegang uang sambil berkata ‘Mau uang tidak?’. Selanjutnya kedua korban datang ke rumah pelaku. Pada saat kedua korban masuk ke dalam rumah. Pelaku pun langsung mengajak korban untuk berhubungan bada. Apabila mau uang, sehingga korban pun menuruti keinginan pelaku. Perbuatan tersebut terus berulang hingga tidak terhitung lagi.

Dimana, setiap selesai berhubungan badan. Pelaku selalu memberikan uang sebesar Rp 10.000 hingga 50.000. Perbuatan tersebut terbongkar karena tetangga korban curiga yang melihat korban sering atau hampir tiap hari berbelanja kewarung. Sehingga menanyakan hal tersebut kepada korban.

“Saat ini terduga pelaku sudah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan insentif,” pungkasnya.(air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *