News

Diduga Adanya Penyimpangan, Pengurus Bumdes Pagar Gasing Dipolisikan

LENTERAPUBLIK.com SELUMA – Warga Desa Pagar Gasing, Kecamatan Talo pada Jumat (10/7) siang mendatangi kantor Kepolisian Polres Seluma Polda Bengkulu. Dimana kedatangan warga tersebut diketahui untuk di mintai klarifikasi terkait dengan laporan yang sebelumnya telah dilaporkan oleh warga Desa Pagar Gasing ke pihak Kepolisian Polda Bengkulu dan diturunkan ke Polres Seluma. Terkait dengan laporan dugaan adanya penyimpangan pada anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Ini menindak lanjuti laporan kita terdahulu, terkait dengan laporan masalah Bumdes tahun 2018. Kita tadi dipanggil oleh pihak Penyidik, untuk mengklarifikasikan masalah pengaduan kami. Yakni penyimpangan dana Bumdes,” sampai Robi Wahyudi saat dikonfirmasi di Mapolres Seluma.

Dimana, dugaan penyimpangan pada anggaran Bumdes program Dana Desa Pagar Gasing tersebut diketahui. Setelah adanya temuan dari pihak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini pihak Inspektorat Kabupaten Seluma. Dimana pada pengelolaan Bumdes di Desa Simpang Tiga Pagar Gasing adanya temuan sebesar kurang lebih Rp 72 juta. Yakni dari besaran modal usaha Bumdes yang dikucurkan sebesar Rp 100 juta tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak Bumdes. Atas hasil audit Inspektorat Seluma.

Yang mana diketahui, jika selama ini Bumdes tersebut menggunakan modal usaha yang dianggarkan dari program Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 100 juta. Yakni untuk membuka usaha yang bergerak dibidang perdagangan. Diantaranya usaha galon isi ulang, jual pulsa listrik dan lain-lain.

“Keinginan kami masyarakat, ini kan laporan masyarakat. Untuk penegak hukum dapat memproses kasus ini dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Kami berharap betul dengan adanya pergantian Kapolda Baru, Kapolres Baru dan Kasat Reskrim baru untuk dapat menindak lanjuti laporan kami ini,” harapnya.

Ditambahkan Robi, sebelumnya laporan tersebut telah dilaporkan ke Mapolda Bengkulu sekitar bulan Maret yang lalu. Terkait dengan dugaan korupasi pada penyelewengan dana Bumdes. Dimana pada pencairan anggaran tersebut pada tahun 2018 yang lalu. Saat berjalannya tahun 2019, dengan adanya peyampaian pertanggung jawaban dari pihak Bumdes. Pada saat itulah terbuka semuanya terkait dengan adanya dugaan kasus korupsi pada penyelewengan anggaran Bumdes.

Menyikapihal tersebut saat berusaha dikonfirmasi, Kepala Desa Simpang Tiga Pagar Gasing, Zurlan menegaskan, terkait dengan permasalahan tersebut. Jika sejauh ini pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap para pengurus Bumdes. Akan tetapi sampai saat ini pengurus Bumdes belum mengindahkan peringatan yang telah disampaikannya, terkait dengan adanya temuan Inspektorat tersebut dalam pengelolaan dana Bumdes. Kades berharap dengan adanya temuan Bumdes tersebut. Para pengurus Bumdes dapat segera menindaklanjuti agar terhindar dari perkara hukum.

“Para pengurus Bumdes sudah saya wanti-wanti untuk segera menindaklanjuti adanya temuan Inspektorat ini. Agar mereka jangan sampai terjerat kasus hukum. Kami sudah mengusahakan pembinaan. Tapi masalah pembinaan sebatas kemampuan kami. Kalau masalah keuangannya ada pada pengurus Bumdes,” singkat kepala Desa Simpang Tiga Pagar Gasing, Zurlan.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *