News

Diresmikan Gubernur, Pabrik Penggilingan Karet Di Seluma Tak Berizin

LENTERAPUBLIK.com SELUMA -Pabrik penggilingan karet yang terdapat di Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi. Saat ini telah diresmikan, bahkan pada pelaksanaan peresmian diresmikan langsung oleh Gubernur Bengkulu pada Jumat (10/7) yang lalu. Ternyata dari hasil penyusuran, jika pabrik penggilingan karet tersebut tak memiliki izin.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM – PPTSP) Kabupaten Seluma, Drs Mahwan Jayadi saat dikonfirmasi Radar Seluma membenarkan. Terkait dengan pabrik penggilingan karet yang berada di Desa Napal Jungur tersebut sampai saat ini belum memiliki izin. Bahkan pihak DPM-PPTSP juga telah melakukan sidak ke lokasi pabrik.

“Kita sudah melakukan sidak pada Senin (13/7), dari hasil sidak yang kita lakukan. Untuk pabrik tersebut memang belum memiliki izin,” ujarnya.

Mahwan juga mengatakan, jika untuk pabrik penggilingan karet tersebut. Pada saat ini tidak bisa beroperasi, jika izin tak diurus. Berdasarkan pencatatan pihaknya, tidak ada satupun izin yang masuk untuk membangun pabrik penggilingan karet yang berada di Desa Napal Jungur tersebut.

“Usahanya harus ada izin, hasilnya (karet) kan mau kerjasama dengan luar negeri menurut tenaga kerjanya. Kondisi fisik bangunannya belum permanen, tetapi harus ada izin dulu. Seperti izin lingkungan, izin mendirikan bangunan. Izin lingkungan itu meliputi ipal dan bagaimana pengelola limbah B3,” jelas Mahwan.

Mahwan juga menjelaskan, jika terkait dengan izin. Tidak hanya diperlukan untuk legalitas pabrik saja. Melainkan juga sebagai salah satu syarat beroperasinya pabrik. Dengan belum adanya izin pada pengolahan pabrik penggilingan karet tersebut. Pada saat ini pabrik penggilingan karet belum dapat melakukan aktivitas atau beroprasi terlebih dahulu. Sebelum adanya izin yang harus dipenuhi.

“Izin perlu untuk pengawasan, legalitas dan lainnya. Sekarang tidak boleh beroperasi dulu. Kami beri waktu selama satu minggu,” tegasnya.

Adapun pabrik penggilingan karet tersebut, dioperasikan oleh petani desa. Saat peresmian, Gubernur menyebut sudah ada investor dari India yang siap menampung hasil karet dari masyarakat.(air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *