News

Disparpora Seluma Upayakan Pengembalian Temuan BPK

LENTERAPUBLIK.com SELUMA – Dalam pelaksanaan pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) yang telah dibangun di lokasi lahan yang berada di wilayah Ampar Gading Kelurahan Lubuk Lintang, Kecamatan Seluma Kota Kabupaten Seluma. Tepatnya berada di samping gedung Balai Adat Kabupaten Seluma. Dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019, sebesar Rp 13.4 Milyar. Ternyata adanya temuan dari  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dengan adanya temuan BPK tersebut. Membuat pihak Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Seluma. Merencanakan akan mengupayakan untuk melakukan pengembalian terhadap adanya temuan dari pemeriksaan BPK tersebut.

“Jadi kalau itu bukan temuan. Jika itu adanya keterlambatan pengerjaan dari pihak penyedia selama 33 hari. Jadi setelah pemeriksaan pihak BPK kemarin, hampir berkisaran sekitar Rp 403 juta. Itu akan dibayar oleh pihak penyedia nanti setelah lunas pembayaran dari kita. Karena kita masih mempunyai hutang oleh pihak penyedia sebesar 14 persen dari nilai kontrak,” sampai Kepala Disparpora Kabupaten Seluma, Rijono, S.Pd, M.Si melalui Kabid Pemuda dan Olahraga, Herman Suryadi, SE.

Selain adanya keterlambatan di dalam pengerjaan. Pada pelaksanaan pengerjaan pembangunan GOR tersebut. Diketahui juga jika adanya temuan pada kekurangan volume bangunan. Dimana temuan kekurangan pada volume tersebut nantinya juga akan segera dilakukan pengembalian kerugian negara dari temuan BPK.

“Kalau waktu yang diberikan oleh BPK sesuai aturan untuk upaya pengembalian diberikan waktu selama 60 hari. Untuk segera menindak lanjuti,” ujarnya.

Herman juga mengatakan, jika pihaknya juga telah melakukan aksi. Bahkan Bupati Seluma juga telah mengirimkan surat kepada Disparpora Kabupaten Seluma dan Disparpora juga telah mengirimkan surat kepada pihak penyedia. Hingga telah dibalas oleh pihak penyedia.

“Kita baru melakukan aksi saja. Karena ada beberapa item pekerjaan yang mana mereka belum bisa melunasi dalam waktu dekat. Karena kita juga masih mempunyai hutang. Kendala kita di APBD Perubahan untuk membayarkan hutang mereka. Untuk temuan ada berkisaran sekitar Rp 200 jutaan. Untuk total ada sekitar Rp 600 jutaan,” tegas Herman.

Diketahui jika pada pelaksanaan pmbangunan GOR tersebuat dibangun dengan dengan tipe B. Dalam pelaksanaan pembangunan GOR tersebut, dilaksanakan oleh pelaksana dari PT Nindya Citra Hutama. Dengan konsultan pengawas dari Tri Putera.  Sesuai dengan nomor kontrak 900/189/Kontrak-fisik-Gor/DPPO/V/2019.

Pembangunan GOR tersebut dibangun di lokasi lahan seluas kurang lebih 7 Hektar yang sebelumnya sudah dilakukan pematangan lahan. Akan tetapi, dari luas 7 hektar lahan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Seluma. Untuk pembangunan satu unit GOR tersebut akan dibangun diatas lahan seluar kurang lebih 2 Hektar.

Pada pelaksanan pembangunan GOR dibangun dengan standar Internasional Dengan luas bangunan 65 X 55 Meter. Pada rancangan pembangunan GOR dengan tipe B tersebut. Terdiri dari 7 lapangan multifungsi. Yakni terdapat lapangan Futsal, Basket, Volly, Tenis Lapangan, Badminton dan juga dapat digunakan sebagai lapangan Takrau.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *