News

Gasak Uang Puluhan Juta, Warga Pinju Layang Dibekuk Polsek SA

LENTERAPUBLIK.com SELUMA – Lantaran bersekongkol dalam melakukan aksi pembobolan ruko milik Haprul (39) warga Desa Pinju Layang, Kecamatan Semidang Alas (SA) Kabupaten Seluma. Arpin Suharman (40) yang diketahui masih sepupu dengan korban. Akhirnya harus berurusan dengan pihak Kepolisian Polsek Semidang Alas (SA) Polres Seluma, Polda Bengkulu. Lantaran telah membantu dua orang rekannya untuk melakukan pembobolan ruko milik korban.

Penyesalan pun hanya datang diakhir, hal tersebut lah yang diungkapkan oleh salah satu pelaku (Arpin) yang telah berhasil diamankan oleh anggota unit Reskrim Polsek SA. Lantaran telah membantu dalam aksi pembobolan ruko warung grosiran milik korban. Dimana di dalam menjalankan aksinya, Arpin diketahui berperan sebagai pengawas saat kedua rekannya melancarkan aksi pembobolan toko grosiran yang telah terjadi pada Kamis (6/8) yang lalu. Sebelum akhirnya Arpin berhasil dibekuk oleh anggota Unit Reskrim Polsek SA pada Jumat (4/8) dinihari.

“Dihasih Rp 1,5 juta yang 500 aku kasih-kasihkan kek wanita malam (Warem) yang 1 juta lagi masih ada. Baru kali ini lah,” singkat Pelaku saat dikonfirmasi.

Sementara itu, dijelaskan Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S.Ik melelalui Kapolsek SA, Ipda Noprizal, SH saat pelaksanaan press release di Mapolsek SA menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, tersngka bersama dengan dua orang rekannya yakni berinisialkan KR dan UJ yang pada saat ini masih dalam pengejaran anggota Polsek SA. Tersangka telah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan berdasarkan LP/ 195-B / VIII / 2020 / BKL / Res-Seluma / Sek-SA. Pada tanggal 6 Agustus 2020.

“Tersangka berhasil kita amankan di rumah tersangka, pada Jumat (4/9) dinihari. Tak ada perlawanan yang diberikan oleh tersangka saat anggota melakukan penangkapan,” sampai Noprizal.

Adapun kronologis aksi pembobolan tersebut talah terjadi pada kamis (6/8) malam, sekira pukul 19.30 wib. Pada korban sedang tidur di ruangan keluarga bersama istri. Kemudian korban dan istri terbangun sekira pukul 00.30 wib dan langsung pindah ke kamar. Sekira pukul 05.00 Wib korban bangun tidur dan menuju kamar mandi untuk berwuduh. Sampai dikamar mandi korban melihat pintu belakang terbuka dan langsung keluar dari rumah. Korban menemukan 3 buah tas tempat menyimpan uang hasil penjualan warung. Serta uang yang berada didalam tas tersebut sekitar Rp 20 juta kemudian korban kembali memeriksa lagi kedalam rumah bahwa handphone saya merk VIVO 1606 warna crown gold, dan 1(satu) buah dompet korban yang berisi uang sekitar Rp 700 ribu sim A dan sim C , 1 (satu) buah kartu ATM BRI,KTP suami istri,1(satu) buah kartu BPJS dan kartu berobat dan atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp.22.600.000.
Atas kejadian tersebut korban melaporkan kepada pihak kepolisian Semidang Alas untuk di proses secara hukum yang berlaku.

“Tersangka erperan sebagai untuk mengawasi situasi apabila ada orang yang mengetahui pencurian dimaksud untuk segera menghubungi pelaku KU yang saat ini masih DPO. Sedangkan yang melancarkan aksi pencurian yakni
KH dan UJ yang saat ini masih DPO. Tersangka kita kenakan Pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5 KUHP,” tegas Noprizal.(air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *