News

Jatanras Polda Bengkulu Kembali Periksa 14 Saksi Kasus Ledakan Bom Padang Serunaian

LENTERAPUBLIK.com SELUMA – Pihak Kepolisian Polda Bengkulu kembali melakukan pemanggilan terhadap 14 orang warga Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma. Pemanggilan tehadap 14 orang tersebut diketahui dalam menindak lanjuti kasus ledakan Bom yang telah terjadi pada tanggal 11 Januari 2020 yang lalu di depan rumah Kepala Desa Padang Serunaian.

Dari pantauan, pada Rabu (14/7/2020) siang, sekitar pukul 10.00 wib. Polda Bengkulu kembali melakukan pemanggilan terhadap 14 orang warga Desa Padang Serunaian. Dimana 14 orang tersebut merupakan saksi yang kembali akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh anggota Kepolisian Polda Bengkulu. Di dalam penanganan kasus ledakan Bom yang sempat terjadi di depan rumah Kepala Desa Padang Serunaian.

Dalam pemeriksaan lanjutan yang dilakukan di gedung Sat Reskrim Polres Seluma. Tampak ke 14 saksi tersebut dilakukan penjemputan dengan menggunakan armada Bus Polres Seluma. Dengan dilakukan pengawalan ketat oleh anggota Polres Seluma, Polsek Semidang Alas. Bahkan dari anggota Polda Bengkulu. Saat tiba di Mapolres Seluma, 14 orang tersebut tampak langsung digiring menuju gedung Sat Reskrim Polres Seluma untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Memang benar pada hari ini (Kemarin, Red). Ada dilakukan pemeriksaan lanjutan terkait kasus adanya bom yang meledak di Desa Padang Serunaian. Pemeriksaan dilakukan dari Polda. Yakni dari Inafis, Dokes, Brimob dan tim Jatanras Polda Bengkulu turun ke Polres Seluma untuk melakukan pemeriksaan lanjutan,” terang Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Andi Ahmad Bustanil, S.Ik.

Ditegaskan Kasat, terkait dengan hasil dalam pemeriksaan perkara tersebut. Pihak Polres Seluma belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Lantaran, pemeriksaan dilakukan langsung oleh tim gabungan Polda Bengkulu. Dalam pelaksanaan pemeriksaan terhadap para saksi. Tampak dilakukan di ruang yang berbeda-beda. Pemeriksaan dilakukan cukup lama. Dengan dilakukan pemeriksaan secara tertutup.

“Terkait hasilnya nanti mas langsung ke tim dari Polda mas. Sebab pemeriksaan ini dilakukan oleh tim dari Polda Bengkulu. Kita hanya memfasilitasi tempat saja mas,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan kasus ledakan bom di Desa Padang Serunaian terjadi pada Sabtu (11/1/2020), sekira pukul 06.00 WIB. Bom tersebut meledak di teras rumah Halidin yang merupakan orang tua dari Kades Padang Serunaian, Satria Utama. Bom yang berada di dalam tas tersebut meledak saat Halidin membuka pintu dan melihat tas tersebut. Penasaran lalu Halidin membuka tas tersebut, saat membuka tas tersebutlah bom yang merupakan low explosif (Berdaya ledak rendah,red) itu meledak dan mengenai Halidin.(air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *