News

Komisi 1 DPRD Rejang Lebong Lakukan Hearing Guna Perbaikan Manajemen RSUD Curup

LENTERAPUBLIK.COM – Rombongan Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Rejang Lebong Menggelar Hearing dengan pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jalur 2 pada Sabtu (13/06)

Hearing ini bersifat tertutup yang dihadiri oleh manajemen RSUD, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong dan juga pihak BPJS Kesehatan.

Dalam rapat tersebut, Srikandi Komisi I DPRD Rejang Lebong Fraksi PAN Juwita Astuti mempertanyakan tentang adanya kasus penolakan pasien dan kurang maksimalnya tindakan yang diberikan kepada pasien dan adanya pengajuan penutupan ruang operasi.

Baca juga Lakukan Audiensi Dengan Rektor, Dema IAIN Curup Sampaikan Aspirasi Mahasiswa

“Harapan kedepannya kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi karena kita wajib memberikan pelayanan maksimal kesehatan kepada masyarakat,” ujar Juwita

Juwita mengatakan, RSUD tidak boleh lagi ada alasan tidak ada genset, kosong BHP, ketidaksiapan alat sehingga tidak dapat dipakai.

“Jangan sampai kita dengar kabar ibu-ibu hanil keburu melahirkan di teras RSUD. Karena kita tidak boleh main main dengan nyawa manusia,” tegas Juwita

Selain membahas masalah tersebut, pihaknya juga mengatakan  membahas perihal terkait mis komunikasi sisrute yang menyebabkan lambannya penanganan kasus pasien Desa Babakan baru ini yang menjadi tamparan keras untuk kita.”ujar Juwita

Baca juga Enam Mahasiswa Rejang Lebong Dibekuk Karena Konsumsi Narkoba

Juwita mengatakan bahwa, Sisrute itu dibuat untuk mempermudah dalam rujukan, penting sekali pihak yang merujuk (puskesmas atau klinik) maupun rumah sakit lokasi rujukan untuk paham apa yang harus disiapkan supaya penanganan pasien menjadi cepat, tanggap dan maksimal.

Pertanyaan pun timbul dari Juwita yang menanyakan insentif dan support yang pemerintah berikan ke tenaga kesehatan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan yang ada di RSUD. ” Pemerintah harusnya support full untuk kebutuhan tenaga kesehatan sehingga tenaga kesehatan bahagia dan dapat memberikan pelayanan terbaik dari hati kepada pasien, “ujar juwita

Anggota Komisi I DPRD rejang Lebong mendesak  RSUD Jalur 2 agar pelayanan Unit HD (Cuci Darah) untuk segera   dipindahkan dari RS Dwi Tunggal ke RSUD jalur 2 Supaya masyarakat bisa dilayani dengan maksimal. “Mengingat  RS Dwi Tunggal belum ada genset. Bayangkan ketika pasien cuci darah dan lampu mati, ini sangat membahayakan nyawa pasien. Ditambah lagi jarak antar lokasi Rumah Sakit cukup jauh, tentu membahayakan pasien kalau lama mendapat tindakan lebih lanjut,”ujar juwita

Lanjutan dari penyampaian dari Juwita, selain membahas masalah tersebut, pihaknya juga membahas pelaksanaan rapid test untuk pasien yang datang ke RSUD. Memang itu Prosedur covid tapi kami minta ada rentang waktu pasti berapa lama pasien menunggu rapid test sehingga dapat mendapatkan tindakan.

Baca juga Lakukan Audiensi Dengan Rektor, Dema IAIN Curup Sampaikan Aspirasi Mahasiswa

“Bayangkan kalau pasien itu mau melahirkan atau dalam keadaan darurat yang perlu diambil tindakan sesegera mungkin tapi diharuskan menunggu hasil rapid test dan pasien hanya berdiam di teras, sepertinya tidak humanis sekali perlakuan tersebut, ” Ujar juwita

Ditambahkannya, pelayanan RSUD Jalur 2 harus ditingkatkan, baik sarana maupun prasarana harus segera dilengkapi seperti peralatan, penerangan dan keamanan, “ujar Juwita

“Komisi I DPRD Rejang Lebong akan terus kawal dan tagih janji Direktur RSUD saat relokasi, untuk memastikan dan menjamin pelayanan akan berjalan dengan baik, sehingga masyarakat kita mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” Tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *