News

Mantan Kades Dan Mantan Sekretaris Tumbuan Dilimpahkan Kejaksa

Lenterapublik – Mantan Kepala Desa tumbuhanKecamatan Lubuk Sandi yakni diketahui bernama Suhardiman alias Suwardi (52). Beserta mantan Sekretaris Desa yakni diketahui bernama Pepzi Zuriadi (44). Pada Selasa (9/6) siang, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Seluma oleh anggota Kepolisian Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Seluma.

Ke tersangka dilimpahkan ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Seluma, setelah berkas ke dua tersangka dinyatakan lengkap (P21) oleh tim JPU Kejaksaan Negeri Seluma. Dimana diketahui, jika ke dua tersangka terlibat dalam kasus Tindak Pidana Korupsi atas perkara dugaan tindak pidana Korupsi berupa Pungutan Liar (Pungli) pada kegiatan pelaksanaan percepatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) berupa Program Nasional Agraria (Prona) di Desa Tumbuan.

“Iya, untuk hari ini (Kemarin, Red). Ke dua tersangka kita lakukan pelimpahan atau serah terima terhadap tersangka dan Barang-Bukti (BB) tahap II ke pihak Kejaksaan Negeri Seluma. Setelah berkas perkara ke empat tersangka dinyatakan lengkap oleh JPU Kejaksaan Negeri Seluma,” kata Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP Bakit Eko Hadi Suseno didampingi Kanit Tipidkor, Iptu Denny Siregar, SH, MH saat dikonfirmasi Radar Seluma.

Dalam pelaksanaan pelimpahan terhadap ke dua tersangka. Tampak dipimpin langsung oleh Kanit Tipidkor Sat Reskrim Polres Seluma, Iptu Denny Siregar, SH, MH bersama tiga anggotanya yakni Aipda Sugino, Brigpol M. Lubis dan Brigpol Fendi A. Putra, SH.
Dengan diterima langsung oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Seluma, Sindu Utono, SH dan Dodi Yansyah Putra, SH.

Pelaksanaan pelimpahan tahap dua terhadap ke dua tersangka. Diketahui dilakukan dengan cara melalui Video Conference. Mengingat kondisi pada saat ini marak akan pengantisipasian penyebaran virus Corona (Covid 19).

Kedua tersangka tak lagi dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Seluma. Melainkan tersangka hanya berada di Lapas Malboro Kota Bengkulu. Tersangka hanya bercakap dengan menggunakan video Conference dengan pihak JPU Kejaksaan Negeri Seluma.

“Untuk pelaksanaan serah terima tersangka dilakukan di Rutan Kelas 2 A Kota Bengkulu. Sedngkan untuk pelimpahan Barang-Bukti (BB) nya dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri Seluma,” tegas Denny.

Kegiatan Tahap II (Serah Terima Tersangka an Barang Bukti) dilakukan adalah sebagai tindak lanjut surat pemberitahuan Lengkap (R21) oleh Kejaksaan Negeri Seluma atas dua berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa Pungli pada Kegiatan pelaksanaan percepatan progrm PTSL, berupa Prona di Desa Tumbuan tahun 2017 yang lalu.

“Sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 12 huruf (e) atau Pasal 11 UU RI No. 31/1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI No.20/2001 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo. PasaI 55 Ayat (1) ke 1 KUH Pidana,” pungkas Denny.

Sekedar mengingatkan, dalam penanganan kasus dugaan pungli pada pembuatan sertifikat program PTSL di Desa Tumbuan. Kasus yang telah terjadi pada tahun 2017 yang lalu yang ditangani oleh pihak Kepolisian Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Seluma. Jika sebelum ditetapkan status tersangka, penyidik unit Tipidkor bersama Sat Reskrim telah melaksanakan gelar perkara dalam penanganan kasus dugaan pungli pembuatan sertifikat PTSL. Dalam gelar perkara tersebut telah dilaksanakan di Mapolda Bengkulu.

Berdasarkan data yang diperoleh, bahwa dugaan pungli yang telah di lakukan oleh mantan Kepala Desa Tumbuan. Bahwa dari setiap warga yang membuat sertifikat program PTSL, setidaknua sebanyak kurang lebih 426 sertifikat yang telah diterbitkan oleh pihak BPN pada tahun 2017 yang lalu. Dengan ditarik biaya sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *