materi prakerja
Artikel Life Style News

Materi Prakerja yang Dinilai Tak Pantas untuk Dijual Kepada Warga

LENTERAPUBLIK.COM – Program kartu prakerja terus menuai polemik. Mulai program pelatihan online yang memakan anggaran Rp5, 6 triliun yang dinilai tidak efisien sampai keterlibatan mitra kerja pelatihan yang dinilai sarat berbau kolusi. Saat ini, mencuat lagi soal isi materi prakerja pelatihan online yang dinilai tidak begitu diperlukan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics( CORE) Indonesia Piter Abdullah mengkritik pelatihan online program Kartu Pra Kerja. Karena materi pelatihan yang ditawarkan ada di YouTube secara gratis. Sebaliknya di program Kartu Pra Kerja berbayar walaupun dananya disediakan pemerintah. Pemerintah sendiri membekali anggaran pelatihan Rp 1 juta kepada tiap- tiap peserta program tersebut. Totalnya terdapat 5, 6 juta peserta Kartu Pra Kerja. Artinya dana Rp 5, 6 triliun disediakan cuma buat pelatihannya saja.

” Di YouTube itu semua ada. Mau ngapain saja. Jujur saja ya jika ingin online- online itu tidak butuh gunakan pelatihan bayaran sebesar itu,” kata Piter Abdullah, Rabu( 22/ 4/ 2020).

MITRA PRAKERJA

Terdapat 8 mitra platform online dalam kartu prakerja ini. Antara lain Tokopedia, Skill Academy( Ruangguru), MauBelajarApa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kemnaker serta Pijar Mahir.

Salah satu platform yang digandeng pemerintah merupakan Skill Academy. Platform itu berafiliasi dengan Ruangguru yang dipandu Adamas Belva Syah Devara, staf spesial Presiden Jokowi. Salah satu materi prakerja yang ditawarkan merupakan bedah CV buat melamar kerja. Tarifnya Rp 200 ribu. Mereka juga mempersiapkan paket ojek online dengan materi memahami cara pelayanan terbaik. Buat paket itu, tarifnya juga Rp 200 ribu. Paket pelatihan online bertarif Rp 1 juta, antara lain, disiapkan oleh platform Sekolahmu. Misalnya, pelatihan cara fotografi memakai HP buat berjualan online.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyoroti keberadaan Skill Academy, termasuk konten yang disediakan.’’ Materi soal membuat CV, misalnya, di YouTube dapat ditonton gratis. Materi semacam itu ada,’’ katanya kemarin( 16/ 4). Konten- konten yang lain semacam meracik kopi ala barista juga bertebaran di YouTube.

Ia mengaku sangat prihatin sebab konten- konten yang dapat diakses secara gratis malah dijual kepada warga. Terlebih salah satu platform yang menjual konten itu dipandu staf spesial presiden. Ia berkata, keterlibatan industri kepunyaan staf spesial presiden dalam program kartu prakerja jelas memunculkan konflik kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *