News

Pilkada Di Tengah Pandemi, Efektifkah?

LENTERAPUBLIK.COM – Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap, SP., M.Si. menjadi Pembicara di kegiatan webinar yang diselenggarakan Pusat Kajian Agama dan Politik Peradaban (PUSKAPP) secara daring, Sabtu (6/6/2020).

Webinar tersebut menghadirkan beberapa narasumber lainnya seperti, Anggota DPD RI H. Ahmad Kanedi. SH., MH, Anggota KPU Provinsi Bengkulu Darlinsyah, S.Pd., M.Si., Dosen Universitas Bengkulu Drs. Azhar Marwan, M.Si., Dir. Akademi Peradaban Desa Medio Yulistio, SE serta Elfahmi Lubis, M.Pd selaku Moderator.

Elfahmi Lubis selaku moderator menyampaikan beberapa hal mengenai Pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat (Pemilukada) tahun 2020. Pemilukada sudah disepakati diselenggarakan 9 Desember 2020 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Banyak kekhawatiran dalam pelaksanaan Pemilukada karena kondisi darurat, apakah Pemilukada dapat berjalan secara efektif.

Baca juga Provinsi Bengkulu Siap Laksanakan PILKADA di tengah Pandemi

Menurutnya ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan diantaranya, perhatian penuh terhadap keamanan dan kesehatan semua pihak. Kedua, logistik yang cukup dan tepat waktu. Ketiga, harus didukung oleh atmosfir politik. Ketiga, kerangka hukum yang adaptif dan akuntabel.

Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap menyatakan pihaknya optimis Pemilukada dimasa Pandemi tidak menjadi alasan meurunnya kualitas.

“kita optimis, pilkada di masa pandemi covid-19 jangan dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas proses, kualitas integritas, dan kualitas hasil”, ucap Parsadaan.

Parsadaan Harahap mengungkapkan, Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu dan juga sebagai pelaksana Undang-Undang maka wajib melaksanakan Pilkada sesuai dengan keputusan. Bawaslu Provinsi Bengkulu menyatakan siap untuk melaksanakan pilkada ditengah pandemi covid-19.

Baca juga Ditengah Pandemi Corona, Petani Rejang Lebong Tetap Inisiatif Dan Inovatif

“disepakati bahwa dalam pelaksanaan pilkada kita harus ketat menggunakan standar protokol kesehatan dengan menggunakan APD lengkap, ini tantangan yang harus kita hadapi bersama agar pilkada dapat berjalan dengan efektif,” jelas Parsadaan.

Bawaslu Provinsi Bengkulu sudah menyiapkan jajaran pengawas untuk memiliki visi yang sama dalam penyelenggaraan Pemilukada 2020.

“Ini adalah tanggungjawab kita bersama, ini tugas besar, kita harus membuat terobosan-terobosan yang kreatif, posisi kami sebagai penyelenggara sama sekali tidak ada sedikitpun rasa pemisis, kami tetap optimis bahwa pelaksanaan pilkada kali ini dapat berjalan dengan efektif,” urai Persadaan.

Disitu juga, Darlinsyah Anggota KPU Provinsi Bengkulu berpendapat keputusan politik sudah diputuskan, KPU menindaklanjuti dengan menyusun draft PKPU. Menurutnya, PKPU yang hadir tentunya mengakomodir dari keingininan-keinginan masyarakat.

Baca juga Program Ayo Berkebun Gubernur Bengkulu Menjadi Solusi Ditengah Pandemi Covid-19

“Mengenai kampanye, dulu ada rapat akbar, sekarang rapat akbar ditiadakan, yang ada hanyalah pertemuan terbatas didalam satu ruangan, yang kita perkuat yaitu kampanye masif di media daring,” kata Darlinsyah.

Darlinsyah juga mengatakan bahwa seluruh penyelenggara harus terfasilitasi rapid test dan menurutnya akan ada banyak penambahan anggaran untuk penyelenggaraan pilkada kali ini.

Sementara itu Anggota DPD RI H. Ahmad Kanedi menyatakan pihaknya berharap penyelenggaraan Pemilu diselenggarakan dengan baik

“Kami mementingkan kesehatan rakyat, harapan saya ada solusi yang bagus dalam pelaksanaan pilkada ditengah pandemi, jika tidak ada semangat optimisme, pilkada tidak akan efektif,” terang Bang Ken sapaan akrabnya

Bang Ken menuturkan, DPD sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu akan tetap mengikuti keputusan. Pilkada kali ini akan terus dikawal dan diawasi oleh DPD, karena dianggapnya Pilkada kurang efektif jika dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19.

Lain halnya dengan Azhar Marwan selaku Dosen Universitas Bengkulu, pihakny mempertanyakan apakah Pemilukada di tengah Covid-19 efektif atau tidak, karena hal tersebur baru rancangan.

“Apakah efektif atau tidak, karna ini baru rancangan, tentu akan sulit untuk dijawab,” tegas Azhar.

Menurut, Azhar, Pilkada kali ini banyak sekali pemangkasan dalam melakukan sosialisasi. Pilkada tersebut dianggap seperti Pilkada yang dipaksakan.

“Apakah efektif jika Pemilukada dipaksakan?,” tutur Azhar.

Baca juga Lebong Dan Rejang Lebong Diusulkan Terapkan New Normal

Azhar juga megatakan bahwa keraguan dari masyarakat dapat terjawab dari 3 (tiga) sisi yakni, sisi penyelenggara pemilu, sisi aktor penyelenggara dan sisi partisipan politik. Dikatakannya, didaerah normal pemilih tidak semangat untuk menyuarakan hak pilih, apalagi di kondisi seperti saat ini. Namun, Azhar tetap berharap penyelenggaraan pilkada 2020 dapat berjalan dengan efektif.

Medio Yulistio selaku Dir. Akademi Peradaban turut menyuarakan pendapatnya, Demokrasi adalah salah satu hal yang sangat fundamental, tentu demokrasi menjadi sangat krusial. Menurutnya, publik menduga bahwa perpu 2 terkesan tergesa-gesa.

“Kita dipaksakan kembali beraktivitas seperti biasanya walaupun itu tidak memungkinkan, kita tetap apresiasi penyelenggara pemilu baik Bawaslu maupun KPU,” ucap Medio.

Pihak penyelenggara tentunya harus berfikir lebih agar Pemilukada berjalan dengan efektif. Kualitas demokrasi harus lebih meningkat dari sebelumnya.

“Demokrasi harus tetap berjalan, namun keselamatan dan kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Medio.(Bawaslu Provinsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *