News

Polres Dalami Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran Bumdes Desa Pagar Gasing

LENTERAPUBLIK.com SELUMA – Terkait laporan dugaan penyimpangan anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pagar Gasing, Kecamatan Talo Kabupaten Seluma. Saat ini masih ditindak lanjuti oleh pihak Kepolisian unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Seluma.

“Untuk pengaduan masyarakat tetap kita dalami. Anggota kita masih melakukan pendalaman di dalam penanganan laporan masyarakat tersebut,” kata Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S.Ik.

Diterangkan Kapolres, jika untuk laporan dugaan kasus penyimpangan pada pengelolaan anggaran Bumdes di Desa Pagar Gasing tersebut. Telah diterima oleh pihak Kepolisian Polres Seluma. Bahkan pada saat ini telah ditangani oleh unit Tipidkor. Dengan telah melakukan pemanggilan terhadap pelapor. Untuk dimintai keterangan atau klarifikasi terkait dengan laporan dugaan penyimpangan anggaran Bumdes tersebut.

Penyidik unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Seluma pada saat ini masih melakukan penyelidikan di dalam penanganan dugaan kasus tersebut. Dimana nantinya anggota penyidik masih akan melakukan pemanggilan terhadap para saksi-saksi terkait di dalam penanganan kasus tersebut.

“Kita masih lakukan penyelidikan terlebih dahulu. Di dalam penanganan laporan dugaan penyimpangan anggaran Bumdes tersebut mas,” singkatnya.

Diketahui, jika pada dugaan penyimpangan anggaran Bumdes program Dana Desa Pagar Gasing tersebut diketahui. Setelah adanya temuan dari pihak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini pihak Inspektorat Kabupaten Seluma. Dimana pada pengelolaan Bumdes di Desa Simpang Tiga Pagar Gasing adanya temuan sebesar kurang lebih Rp 72 juta. Yakni dari besaran modal usaha Bumdes yang dikucurkan sebesar Rp 100 juta tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak Bumdes. Atas hasil audit Inspektorat Seluma.

Yang mana diketahui, jika selama ini Bumdes tersebut menggunakan modal usaha yang dianggarkan dari program Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 100 juta. Yakni untuk membuka usaha yang bergerak dibidang perdagangan. Diantaranya usaha galon isi ulang, jual pulsa listrik dan lain-lain.

Pada pencairan anggaran tersebut pada tahun 2018 yang lalu. Saat berjalannya tahun 2019, dengan adanya peyampaian pertanggung jawaban dari pihak Bumdes. Pada saat itulah terbuka semuanya terkait dengan adanya dugaan kasus korupsi pada penyelewengan anggaran Bumdes.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *