News

Polres Seluma Bekuk Pelaku Pencabulan Anak SD

LENTERAPUBLIK.COM – Malang yang dialami oleh salah pelajar yang masih duduk dibangku kelas 6 Dekolah Dasar (SD) salah satu warga desa yang berada di wilayah Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM). Sebut saja namanya Kembang (13) bukan nama sebenarnya. Telah menjadi korban pencabulan yang telah dilakukan oleh tetangganya sendiri. Aksi bejat tersebut bahkan telah dialaminya sejak tahun 2019 yang lalu.

Menurut keterangan Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S. Ik melalui Kasat Reskrim, AKP Bakit Eko Hadi Suseno, SH, MH didampingi oleh Ipda Andani Abadi, SH saat dikonfirmasi menyampaikan, jika aksi bejat tersebut telah dilakukan oleh tetangga korban sendiri yang diketahui bernama Rahimin (53) yang kesehariannya bekerja sebagai seorang petani.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa pelaku telah melancarkan aksi bejatnya terhadap korban telah dilakukan hingga puluhan kali. Yakni sejak tahun 2019 yang lalu, hingga tahun ini. Pelaku yang saat ini telah berstatus tersangka dan telah diamankan oleh anggota Kepolisian Sat Reskrim Polres Seluma, telah melampiaskan aksi bejatnya kepada korban telah berpuluh-puluh kalinya.

Baca juga Kedapatan Membawa Sabu, Pedagang Dibekuk Tim Satnarkoba Polres RL

“Kalau kejadiannya sudah tidak terhitung lagi. Bahkan dalam satu minggu pernah dilakukan sebanyak tiga kali,” jelas Andani.

Diketahui juga, sebelum aksi bejat tersebut dilakukan oleh tersangka. Tersangka terlebih dahulu membujuk korban. Dengan mengiming-ngimingi korban dengan uang mulai dari Rp 5 ribu, hingga terakhir diberikan uang sebesar Rp 200 ribu. Di dalam setiap melakukan perbuatan bejatnya.

“Jadi memang dalam melakukan aksinya, korban diberikan iming-iming uang,” ujarnya.

Aksi bejat yang telah dilakukan oleh tersangka terhadap korban tersebut diketahui baru terungkap pada tanggal 27 Mei yang lalu. Pada saat korban diajak oleh orangtuanya untuk berurut. Pada saat korban menemani orang tuanya untuk berurut dan korban juga disuruh untuk berurut kepada orang tuanya. Diketahui jika korban diketahui sudah hamil empat bulan. Sehingga orang tua korbanpun langsung memeriksakan ke bidan.

Baca juga Polres Seluma Razia Pengguna Jalan Tak Gunakan Masker

“Jadi saat diketahui hamil. Ibu korban langsung melaporkan kepada pihak Kepolisian,” tegasnya.

Dari pengakuan tersangka, bahwa dirinya telah melakukan hal tersebut sejak tahun 2018 yang lalu. Namun untuk berapa dirinya telah melakukan hal tersebut, sudah tidak terhitung lagi oleh tersangka.

“Sejak tahun 2018 pak. Kalau jumlahnya sudah tidak terhitung lagi,” singkatnya.

Pada saat ini tersangka telah diamankan oleh anggota Kepolisian Sat Reskrim Polres Seluma dan sedang dalam pemeriksaan. Atas perbuatannya tersangka dapat di jerat pada Pasal 70 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nam 23 Tahun 2002 tentang parlindungan Anak jo Pasal 31 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Sub Pasal 76 E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke dua Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 mung podindungnn anal: Jo Paul 64 KUHP. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *