News

Sektor Ekonomi Bengkulu Mulai Merasakan Dampak Covid-19

Lenterapublik.com – Wabah Corona seolah akan meruntuhkan satu per satu sektor ekonomi di Provinsi Bengkulu, pasalnya telah banyak sektor perekonomian di Bengkulu yabg mulai merasakan efek dari penyebaran Covid 19 atau virus Corona.

Bandara Fatmawati Soekarno menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak nya. Seperti yang terpantau saat ini, suasana bandara terlihat sangat lengang. Dalam satu hari, total penumpang hanya mencapai 200 orang saja. Padahal, biasanya bisa mencapai 2.200 orang.

Sarosa yang merupakan Pelaksana tugas (Plt) Executive GM Angkasa Pura II menjelaskan, penurunan ini sudah dimulai sejak tanggal 10 Maret lalu. Ia pun mengakui jumlah penumpang turun drastis hingga ribuan orang.

Baca juga : Rumah Sakit Khusus Pasien Virus Corona Resmi Beroperasi

“Kita biasanya dalam sehari itu menampung penumpang yang datang sebanyak 150 orang, sementara penumpang yang berangkat tak sampai 100 orang. Kalau dalam kondisi normal atau hari biasa, yang berangkat lebih banyak dari yang datang namun pasca virus Covid 19 ini malah warga yang mudik atau datang ke Bengkulu lebih banyak,” ungkapnya.

Lanjut Sarosa, Karena virus Covid 19 ini dan jumlah penumpang juga sudah menurun maka Angkasa Pura II mengambil kebijakan semenjak tanggal 7 April lalu untuk mengubah jam operasional. Bila hari biasa dari pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB namun hingga saat ini berubah menjadi 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Dengan begini status operasional Bandara Fatmawati Soekarno minimum operasi.

“Selain itu dengan status minimum operasi, pihak bandara Fatmawati Soekarno juga mengurangi personil dari 30 persen hingga maksimal 50 persen. Pengurangan ini dengan mekanisme work from home untuk petugas adminitrasi dan standby on call untuk petugas operasional,” ujarnya.

Dia menambahkan, meski para personil diliburkan, namun sewaktu-waktu ada keperluan dan kebutuhan mendesak mereka akan dipanggil dengan status lembur. Namun sistem dengan cara bergantian dan tidak seterusnya selalu diliburkan. Ditambahkannya, saat ini hanya dua maskapai yang masih melayani penerbangan dari dan ke Bengkulu. Sementara tiga maskapai lainnya berhenti sementara,

“Untuk maskapai yang hingga saat ini masih beroperasi seperti Lion dan Citilink. Sementara untuk Garuda, Sriwijaya dan Batik air tidak beroperasi sementara. Kalau kondisi sudah kembali normal seperti sediakala dan sudah ada penumpangnya lagi, maka akan beroperasi kembali,” Demikian Sarosa.(ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *