News

Tak Transparan Pembagian BLT DD, Masyarakat Somasi Kades Mundur

Lenterapublik – Diduga lantaran tidak tepat sasaran dan tidak transparan, di dalam pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD) di Desa Rawah Indah, Kecamatan Talo. Yakni, dari 503 (Kepala Keluarga) KK. Hanya ada 32 KK yang mendapatkan bantuan tersebut. Sehingga membuat sebanyak kurang lebih 690 masyarakat melakukan Somasi terhadap Kepala Desa Rawah Indah.

Dimana, di dalam surat somasi yang disampaikan oleh masyarakat Desa Rawah Indah sebanyak kurang lebih 690. Masyarakat rawah indah mencabut hak suara Kepada Kades Rawah Indah. Masyarakat menuntut Kepala Desa untuk mundur dari jabatannya dan somasi ini diberi waktu tiga kali dua puluh empat jam agar Kepala Desa mengingkrarkan somasi warga.

“Dari 690 masyarakat sudah tandatangan real tanpa ada unsur paksaan. Yang mana menghendaki kades kami itu untuk tinggalkan jabatnnya. Itu real karena adanya permasalahan yang tidak transparan. Sehingga masyarakat kecewa,” sampai Turiman Djarot (41) salah satu masyarakat Rawa Indah saat dikonfirmasi Radar Seluma usai Somasi.

Dikatakannya, polemik tersebut muncul setelah adanya 12 RT di Desa Rawah Indah mengundurkan diri. Sehingga masyarakat terpanggil untuk penyelesaian masalah tersebut. Selama ini Kades tidak pernah trasnparan dalam penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Terutama di dalam pembagian BLT DD. Dari 25 persen aggaran hanya dibagikan untuk 32 masyarakat.

“Pembagian tersebut tidak transparan dan tidak real dilapangan. Yang layak dapat tidak terdata,” ujarnya.

Dari pantauan Radar Seluma dilokasi, pada pelaksanaan somasi yang dilaksanakan di Balai Desa Rawa Indak. Tampak dihadiri langsung oleh Camat Ilir Talo, Danramil Talo, Kapolsek Talo, Kades, BPD, Pendamping Desa Tingkat Kabupaten. Serta masyarakat setempat. Pelaksanaan Somasi sempat memanas. Masyarakat bersikukuh untuk tetap menjalankan somasi dengan waktu yang sudah ditentukan. Walaupun sudah ada kesepatan untuk kembali didata ulang.

Terlebih lagi saat pendamping desa tingkat Kabupaten menyampaikan sambutan terkait tata cara dan mekanisme di dalam penyaluran BLT DD. Sempat membuat kondisi memanas, bahkan nyaris mengakibatkan kondisi ricuh. Hal tersebut sontak membuat Kapolsek Talo, Iptu Sodri, S. Sos, MM langsung mengambil alih sebagai moderator untuk meredamkan emosi masyarakat.

“Somasi tetap berjalan, karena hukum yang sudah terjadi harus tetap diproses. Kita masih tunggu tataca sesuai prosedur,” tegas Turiman.

Setelah moderator diambil alih langsung oleh Kapolsek Talo. Membuat suasana sempat mendingin. Sehingga pelaksanaam somasi dapat kembali meredam setelah sempat memanas.

Tampak Warga Mendatangi Kantor Desa Rawa Indah Kab.Seluma

Sementara itu terkait dengan adanya somasi dari masyarakat tersebut. Saat berusaha dikonfirmasi, Kepala Desa Rawah Indah, Rubianto, S. Pd membantah bahwa dalam penyaluran BLT DD yang telah dilakukan oleh pihak desa. Menurutnya sudah sesuai aturan dan tepat sasaran. Dimana dari seratus usulan setelah dilakukan verifikasi itu ada 32 KK yang layak mendapatkan.

“Tadi dari hasil mediasi kita serahkam kemasyarakat untuk menyampaikan data. Mungkin ada yang tinggal. Kalau yang sudah dibagikan itu sudah sesuai aturan,” terang Kades.

Menyikapi somasi masyarakat menuntut dirinya untuk turun tahta. Rubianto menegaskan bahwa dirinya tersebut dilantik oleh Bupati Seluma. Sehingga keputusan kembalikan ke Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kitakan sudah sesuai aturan. Data dan bukti semuanya lengkap. Untuk somasi kita tunghu dari Pemkab, karena yang melantik saya Bupati,” tegasnya.

Dengan adanya somasi masyarakat menuntut Kades untuk mundur, Camat Ilir Talo mengatakan bahwa somasi yang mereka sampaikan itu ada aturan, bukan berarti mengandalakan tandatngan masyarakat itu bisa menjatuhkan pemerintahan desa. Sehingga harus ada prosedur da tetap keputusan Bupati.

“Intinya mereka masalah dana BLT. Dari 32 masyarakat yang menerima masih ada masyarakat lain yang belum menerima. Tadi sudah kita sapaikan masyarakat untuk sampaikan data nanti kita kumpulkan dan verifikasi ulang,” singkat Camat Ilir Talo, Nopetri Elmanto, S. Sos, M. Si.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *