News

Usaha Jasa Transportasi Bagai Mati Suri

LENTERAPUBLIK.COM – Mewabahnya Covid-19 memberi dampak besar bagi perekonomian. Salah satu sektor usaha yang paling terdampak akibat virus ini adalah para penyedia jasa di bidang transportasi darat, seperti jasa travel.

Seperti keluhan salah seorang sopir travel jurusan Curup – Bengkulu PP, Berlian (35). Dia mencurahkan isi hatinya melalui lenterapublik.com. Menurutnya, usaha jasa travel yang ia jalani sekarang bak mati suri atau nyaris lumpuh.

“Kalau sebelum Covid-19 mewabah, penghasilan saya bisa mencapai Rp 9 juta hingga Rp 10 juta per bulan. Tapi, sekarang hanya dapat Rp 2 juta per bulan, cukuplah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja,” ungkap Berlian, warga Dwi Tunggal, Curup.

Dia mengatakan, dirinya yang hanya memiliki satu armada dan bergerak sendiri saja sangat merasakan dampak dari wabah ini. Apalagi, yang memang terjun buka usaha jasa travel yang memiliki hingga 4 armada, saat ini terpaksa hanya 1 armada yang beroperasi, sedangkan sisanya tidak bergerak. Hal tersebut sudah dialami salah satu rekannya di Kepahiang.

Bagaimana dengan usaha jasa travel yang antar kota antar provinsi, nyaris tidak ada penumpang. Meskipun ada penumpang, itupun jumlahnya sangat terbatas. Sebab, sudah banyak daerah yang menutup pintu masuk untuk orang yang datang, terutama wilayah yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kalau seperti itu, biasanya kita melewati jalan-jalan tikus, agar dapat memasuki wilayah tersebut. Tapi, yang pasti, kalau memasuki Pulau Jawa sudah tidak bisa, karena pelabuhan ditutup,” imbuhnya.

Sektot usaha travel saja begitu terpukul. Apalagi mereka memiliki mobil dengan cara kredit. Bagaimana dengan pengusaha trasportasi yang memiliki puluhan bus?

“Perusahaan transportasi berskala besar itu modalnya saja mencapai miliaran rupiah loh. Saya tahu ini, karena saya ada teman di Pulau Jawa, kami saling komunikasi dan saling bercerita,” demikian Berlian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *