News

Usut DD Kayu Elang, Polres Panggil TPK Dan Perangkat Desa

LENTERAPUBLIK.com– Dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi program Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), pada saat ini terus ditindaklanjuti oleh penyidik unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Rekrim Polres Seluma. Seperti salah satunya pada pengusutan laporan kasus dugaan korupsi pada APBDes Desa Kayu Elang, Kecamatan Semidang Alas (SA).

Hal tersebut seperti yang terlihat pada Rabu (10/6) siang, tampak penyidik unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Seluma melakukan pemanggilan terhadap beberapa para saksi. Yakni diketahui merupakan TPK dan Perangkat Desa Kayu Elang untuk dimintai keterangan. Pengusutan dugaan korupsi itu dilakukan pada program Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 yang lalu yang diduga ada beberapa item pekerjaan tidak terselesaikan dalam pekerjaan.

Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP Bakit Eko Hadi Suseno, SH, MH didampingi Kanit Tipidkor, Iptu Denny Siregar, SH, MH saat berusaha dikonfirmasi menyampaikan, bahwa memang saat ini penyidik tengah gencar melakukan pengusutan terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi pada program DD di Desa Kayu Elang. Adapun indikasinya ada penyimpangan pada beberapa item pengerjaan yang disinyalir tidak terselesaikan. Pengusutan ini berdasarkan dari laporan masyarakat desa setempat yang ditindaklanjuti oleh penyidik. Bahkan penyidik juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Seluma untuk audit.

“Itu awalnya laporan dari masyarakat yang kita tindaklanjuti. Saat ini masih dalam tahap proses penyelidikan,” sampai Denny.

Denny juga mengatakan, setidaknya penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang saksi. Pemanggilan itu merupakan
rangkaian penyelidikan terkait dugaan korupsi DD tersebut. Rangkaian proses penyelidikan itu dilakukan untuk meningkatkan status ke penyidikan. Adapun beberapa orang saksi yang telah dimintai keterangan yakni mantan kepala desa yakni Rigun, perangkat desa, warga yang dipekerjaan dan lainnya yang ikut terlibat dalam pekerjaan tersebut.

“Ada beberapa yang kita telah mintai keterangan. Nanti kita akan lakukan evaluasi dan gelar perkara untuk menentukan statusnya apakah sudah bisa naik penyidikan,” tegas Denny.

Untuk diketajui, pada program APBDes Desa Kayu Elang pada tahun anggatan 2019 memiliki nilai anggaran sebesar Rp 1,7 miliar. Serta pada program DD 1,1 Milyar yang terdiri dari beberapa paket kegiatan kontruksi sekitar lima atau enam item pengerjaan. Seperti pada item pengerjaan Rabat beton, siring pasang. Pada pengerjaan bebetapa item tersebut diduga terdapat bebetapa item yang tidak terselesaikan. Sehingga diduga adanya penyimpangan dalam program persebut. Selain itu, masyarakat Desa Kayu Elang juga telah melaporkan mantan kepala desanya yakni Rigun ke Pemkab Seluma beberapa waktu lalu. Lantaran sejumlah masyarakat desa menemukan sejumlah kejanggalan terhadap pengelolaan yang dianggap merugikan. Dimana ditemukan ada sejumlah pekerjaan fisik yang diduga tidak diselesaikan dengan baik serta adanya anggaran yang sudah dicairkan namun tidak dilaksanakan dengan benar.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *